Untuk agan-agan yang lain kalo butuh driver Vga Asus K40AE bisa ambil disini karena nih driver juga q pakek buat a sendiri. bisa langsung disedot gan . . .
Tapi jangan lupa Gan pengunjung yang baik tu harus tinggalin coment dulu jangan jadi pencuri ya . . .
Nih gan Gue Kasih
Latest Entries »
Buat temen-temen yang belum ngerjakan tugas nih ada suatu file tentang bilangan kompleks dengan menggunakan aplikasi matlab. Jika teman-teman mau silakana download aja ini gratis kok g pakek bayar . . . tenang aja he he he
Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Di sekolah kita, diajarkan banyak hal tentang apa yang dulunya kita tidak pernah tau atau tidak pernah mengerti menjadi mengerti. Untuk dapat memperoleh semua itu maka kita memperolehnya dari ilmu pengetahuan yang dapat kita peroleh dari dunia pendidikan. Selain dalam dunia pendidikan kita juga dapat memperolehnya dari lingkungan sehari-hari. Asalkan kita dapat mencari nilai positifnya dari lingkungan itu sendiri. Tidak mudah kita dalam memperoleh pengetahuan itu, terdapat suatu proses untuk memperolehnya.
Dalam dunia pendidikan, dikenal istilah taksonomi yang merujuk pada tujuan pendidikan. Salah satu taksonomi yang terkenal adalah taksonomi Bloom yang disusun oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Namun begitu, sebenarnya apa yang dikenal sebagai taksonomi Bloom ini adalah merupakan hasil kelompok penilai di Universitas yang terdiri dari Benjamin S. Bloom, M.D. Engelhart, E. Furst, W.H. Hill, dan D.R. Krathwohl, yang kemudian didukung pula oleh Ralph W. Tyler. Menurut taksonomi Bloom tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain ranah. Ada 3 ranah pengetahuan menurut Bloom yaitu (Ranah Kognitif) ranah ini lebih memahami tentang pengetahuan, (Ranah Afektif) ranah ini berisi tentang perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri, (Ranah Psikomotorik) ranah ini berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.
Namun dalam kenyataannya ke-3 ranah tersebut kurang di terapkan dengan baik. Khususnya untuk ranah afektif yang berisi tentang perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri, selama ini mungkin banyak orang tua yang mengeluh akan sikap anaknya yang tiap harinya di sekolahkan namun sikapnya dengan orang tua tidak seperti yang diinginkan. Untuk itu pembuatan makalah ini mencoba untuk bagaimana menerapkan ranah afektif yang baik.
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dari Penyusunan makalah ini yaitu bagaimana cara penerapan ranah afektif dalam kehidupan sehari-hari.
Selain maksud terdapat pula tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu supaya setiap peserta didik bisa mengimplementasikan ke-3 ranah yang di cetuskan oleh bloom khususnya ranah afektif dalam kehidupan sehari-hari.
1.3. Metode Penulisan
Metode Penulisan dari makalah ini yaitu saya merujuk dalam pembuatan suatu kerangka makalah yang baik, sederhana, singkat dan jelas yang terdiri dari
1. Halaman Judul
Berisi judul apa yang akan di bawakan dan nama dalam penulis makalah.
2. Daftar Isi
Berisi letak Setiap bab dan lampiran – lampiran atau yang lainnya agar mempermudah pembaca dalam mencari bahan bacaan.
3. Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
Berisi latar belakang dari penulisan makalah tersebut.
B. Maksud dan Tujuan
Bersisi tentang apa yanag menjadi maksud dari penulisan makalah ini.
4. Bab II Pokok Permasalahan
Permasalahan apa saja yang hendak di bahas oleh penulis dalam makalah ini.
5. Bab III Isi
Berisi pembahasan dari setiap masalah dan pokok permasalahan yang telah di sajikan atau di bahas secara rinci dari pokok permasalahan.
6. Bab IV Pentup
Berisi Kesimpulan dan Saran.
Bab II Permasalahan
2.1 Permasalahan
Selama ini banyak orangtua yang mengidam-idamkan anaknya agar jika besar nanti menjadi orang yang sukses, enak dalam menjalani kehidupannya dan tidak lupa juga mempunyai sikap yang baik kepada orangtuanya. Orangtua mempunyai insiatif untuk mensekolahkan anaknya, pemerintah sendiri sudah menetapkan untuk wajib belajar 9 tahun bagi anak-anak yang masih membutuhkan pendidikan, supaya anak tersebut nantinya bisa mempunyai pengetahuan, keterampilan di bidang tertentu dan tak lupa mempunyai sikap yang baik dalam terjun ke dunia masyrakat atau dalam kehidupan sehari-hari. Ini diharapkan agar nantinya dia menjadi orang yang sukses dan mempunyai sikap yang baik kepada sesama manusia.
Terkadang jika anak itu telah suskses dia mungkin sudah tidak begitu peduli dengan orangtuanya, dia sibuk dengan kehidupan sehari-harinya dan acuh tak acuh terhadap orang tuanya. Jikalau bertemu dengan orangtuanya mungkin dia menunjukan sikap yang tidak begitu menyenangkan hati orangtuanya. Permasalahanya disini apakah ranah afektif sudah tertanam dalam diri anak tersebut ? dan juga bagaimana cara untuk mengimplementasikan ranah afektif dalam kehidupan sehari-hari ? serta bagaimana seharusnya yang dilakukan oleh orangtua tersebut ?
Mungkin salah satu faktor yaitu kurang taunya akan pengetahuan tentang sikap yang diperolehnya dari waktu dia sekolah dulu. Darisini lah mungkin ranah afektif harus diterapkan dengan baik sejak anak itu menempuh dunia pendididkan.
Bab III Isi
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang ranah-ranah pengetahuan mungkin ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui pengertian-pengertian ranah-ranah tersebut.
3.1 Pengertian Ranah Kognitif, Afektif, & Psikomotorik
Menurut taksonomi Bloom tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah, kawasan), dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkhinya.
1. Ranah Kognitif
Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. Dalam ranah ini hirarkinya adalah pengetahuan(knowledge), pemahaman (comprehension), aplikasi (application), analisis(analysis), sintesis (synthesis), dan evaluasi (evaluation).
2. Ranah Afektif
Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Dalam ranah ini hirarkinya adalah penerimaan(receiving/attending), tanggapan (responding), penghargaan (valuing), pengorganisasian (organization), dan karakterisasi berdasarkan nilai-nilai(Characterization by a Value or Value Complex).
3. Ranah Psikomotorik
Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin. Ranah ini tersusun atas persepsi(perception), kesiapan (set), respon terpimpin (guided response), mekanisme(mechanism), respon tampak yang kompleks (complex overt response), penyesuaian (adaptation), dan penciptaan (origination).
3.2 Pembahasan
Dari pengertian ke-3 ranah diatas dapat dipahami bahwa komponen kognitif, afektif, dan psikomotor merupakan suatu kesatuan sistem, sehingga tidak dapat dilepas satu dengan lainnya. Ketiga komponen tersebut secara bersama-sama membentuk tingkah laku, baik tingkah laku dalam berpikir, bersikap, dan berbuat. Dan inilah makna dari kata “belajar”, yakni sebuah proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh sebuah perubahan tingkah laku yang menetap, baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung, yang terjadi sebagai suatu hasil latihan atau pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan.
Memang ke-3 ranah tersebut merupakan satu kesatuan system. Namun disini saya sebagai penulis makalah ini, saya kembali kepada maksud dan pokok permaslahan dari pembuatan makalah ini yang mempunyai maksud bagaimana menerapkan ranah afektif dalam kehidupan sehari-hari.
Dari segi afektif sendiri dibagi menjadi lima taraf, Terasa lebih sukar bagi guru menggolongkan tujuan sesuai dengan pembagian atas taraf-taraf ini. Pembagian atas taraf-taraf ini sedikit banyak berguna juga dalam arti merangsang guru memikirkan berbagai jenis tujuan. Tetapi tidak dianjurkan untuk menyita banyak waktunya untuk mengadakan penggolongan berbagai tujuan sesuai dengan taraf-taraf ini.
MEMPERHATIKAN taraf pertama ini adalah mengenai kepekaan siswa terhadap fenomena-fenomena dan perangsang-perangsang tertentu, yaitu menyangkut kesediaan siswa untuk menerima atau memperhatikannya. Taraf ini dibagi lagi menjadi tiga kategori-kategori sejalan dengan ketiga tingkatan dalam memperhatikan fenomena-fenomena yaitu kesadaran akan fenomena, kesediaan menerima fenomena, dan perhatian yang terkontrol atau terseleksi terhadap fenomena.
MERESPON pada taraf kedua ini siswa sudah merespon. Respon ini sudah lebih dari hanya memperhatikan fenomena. Siswa sudah memiliki motivasi yang cukup sehingga ia bukan saja “mau memperhatikan”, melainkan sudah memberikan respon.
MENGHAYATI NILAI pada taraf ketiga ini tampak bahwa siswa sudah menghayati nilai tertentu. Perilaku siswa sudah cukup konsisten dalam situasi-situasi sehingga ia sudah dipandang sebagai orang yang sudah menghayati nilai yang bersangkutan.
MENGORGANISASIKAN dalam mempelajari nilai-nilai, siswa-siswa menghadapi situasi yang mengandung lebih dari satu nilai. Karena itu perlu siswa mengorganisasikan nilai-nilai itu menjadi suatu sistem sehingga nilai-nilai sejarah yang lebih memberikan pengarahan kepadanya.
MEMPERHATIKAN NILAI ATAU SEPERANGKAT NILAI, Pada taksonomi afektif tertinggi ini siswa telah mendarah-dagingkan nilai-nilai sedemikian rupa sehingga dalam prakteknya ia sudah dapat digolongkan sebagai orang yang memegang nilai atau seperangkat nilai tertentu.
Batasan-batasan untuk taksonomi afektif jauh lebih kabur dibandingkan batasan-batasan taksonomi kognitif. Mereka yang menjelaskan taksonomi kognitif kerap kali mengemukakan bahwa taraf-taraf afektif masih memerlukan penjelasan yang lebih teliti. Kedua taksonomi ini disajikan karena keduanya lazim dipergunakan dewasa ini, dan kiranya akan berguna bagi guru kalau ia lebih mengenalnya. Sekalipun taksonomi-taksonomi yang sah tidak perlu dipelajari, bahwa guru-guru tertentu ada gunanya membacanya.
Dari penjelasan diatas telah disebutkan bahwa dari segi afektif terdapat lima taraf yang dapat digunakan sebagai guru untuk memikirkan berbagai jenis tujuan yang cocok bagi siswanya agar dapat di implementasikan oleh siswanya dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang dari apa yang diperoleh siswa dari sekolah tidak sesuai dengan yang diharapkan dari orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
3.3 Solusi
Untuk dapat mengimplemnetasikan ranah afektif dengan baik mungkin perlunya kerjasama anatar guru dengan orangtua siswa, maka saya berinisiatif sendiri untuk membuat suatu system penilaian yang bukan hanya guru yang memantau siswa tersebut namun peran orangtua juga harus berperan aktif agar anak tersebut tidak terpengaruh dari hal-hal yang negative dan sesuai dari keinginan guru dan orangtuanya.
Dalam lingkungan sekolah sehari-hari mungkin guru membuat suatu penilaian terhadap masing-masing siswanya struktur penilaian tersebut mungkin di dapat dari lima taraf yang sudah dijelaskan tadi seperti ini :
Penilaian Sangat baik Baik Cukup kurang
Memperhatikan
Merespon
Mengahyati Nilai
Mengorganisasikan
Mengimplementasikan
Bukan hanya guru saja yang melakukan pemantauan atau penilaian terhadap siswanya perlu juga orangtua melakukan penilaian terhadap anakanya. Penilaian ini atas dasar kerjasama antara guru dengan orangtua siswa , mungkin penilaian itu seperi ini :
Penilaian Sangat baik Baik Cukup kurang
Cara bicara
perilaku
Implementasinya
Mungkin dari kerjasama antara guru dengan orangtua siswa maka akan terimplementasikannya ranah afekif yang sesuai harapan guru dan orangtua siswa. Penilaian tersebut mempermudah guru untuk mengajari bagaimana bersikap yang baik dalam lingkungan sekolah ataupun dalam kehidupan sehari-hari karena guru bisa tau kekurangan siswa itu di taraf mana.
Bab IV Kesimpulan
4.1 Kesimpulan
Ranah afektif adalah ranah yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Dalam ranah ini hirarkinya adalah penerimaan(receiving/attending), tanggapan (responding), penghargaan (valuing), pengorganisasian (organization), dan karakterisasi berdasarkan nilai-nilai(Characterization by a Value or Value Complex).
Dalam segi afektif sendiri terdapat lima taraf yaitu bagaimana siswa MEMPERHATIKAN, MERESPON, MENGHAYATI NILAI, MENGORGANISASIKAN, serta MENGIMPLEMENTASIAKAN NILAI TERSEBUT. Mungkin dari lima taraf ini guru bisa memikirkan berbagi tujuan yang sesuai dengan siswa tersebut.
Perlu juga kerjasama antara guru dan orangtua siswa agar teciptanya atau terimplementasikannya ranah afektif yang sesuai dengan tujuan atau kengininan yang diharapkan oleh guru dan orangtua dalam lingkungan sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian jika anak-anak kita nanti bisa menerapkan dari ke-3 ranah yang dicetuskan oleh Benyamin S. Bloom yang merujuk pada tujuan pendidiakan nasional mungkin nanti anak-anak kita menjadi generasi penerus bangsa yang unggul, berkualitas, tangguh dan tahan terhadap ganggu-gangguan baik dari luar atau dari dalam. Jangan sampai seperti masa sekarang ini. Terima Kasih…
Datar Pustaka
• http://www.elfilany.com/2011/01/posisi-ranah-kognitif-dalam-taksonomi.html
• http://zaifbio.wordpress.com/2009/11/15/ranah-penilaian-kognitif-afektif-dan-psikomotorik/
• http://www.anneahira.com/pengertian-kognitif-afektif-psikomotorik.htm
• http://raflengerungan.wordpress.com/korupsi-dan-pendidikan/rana-kognitif-afektif-psikomotorik/
Ok jech blik lagi nih . . .
Aku punya aplikasi buat kalian yang bingung.
Gmn y caranya buat ngconvert pdf ke word ?
“G’ perlu susah-susah . . .” ini aku kasih aplikasi pdf2word v3 yang mudah di pakek and gratis pula. kalian kan pasti mau yang gratisan he he he he . . .
software ini emang gratis dan juga nggak trial “beneran kok percaya deh ma aku”
aku sendiri juga pernah pakek software pdf converter yang lain tp t coba tiga kali untuk ngconvet Eh . . . malah trial di minta kode buat bisa ngconvert. Emang sih kodenya tu gratis tp kan harus conect ke internet dulu. kasihan kan buat kalian yang g bisa conect ke internet.
lah . . . ini kelebihanya pdf2word v3 kalian g perlu susah-susah untuk conect ke internet karena software ini emang nggak trial dan juga nggak perlu conect keinternet. kalian cuma isi nama dan kode pada saat selesai menginstall, caranya setelah selesai install kalian buka programnya dan klik help-registration pdf2wrod terus masukan nama dan kode yang udah aku kasih biasanya sih udah keluar sendiri untuk masukin name dan codenya.
cara pakek software ini juga mudah kalian cuma pilih file-open terus masukin file pdf yang mau di convert. mudah kan . . . .
ini aku kasih software ama name dan codenya . . . . .
Dowload disini
Salam kenal jech . . .
Nih Aku punya suatu aplikasi buat ngcapture gambar yang ada pada layar monitor, biasanya kan kalian pasti pakek print screen yang ada pada keyboard buat ngcapture gambar.
kelamaan jech pakek ngecrop segala, “Hari Gni pakek yang lama nggak kan. . .”
he he he … . . .
Nih aku punya Fs capture buat kalian biar ngcapture gambar gak lama-lama and sesuka hatimu mau ngcapture yang mana aja. kalo cpt kan enak . . . ok nggak . . . he he he . . .
Aplikasi sini adalah Favorit bagi mereka yang punya hobi membuat buku maupun tutorial-tutorial ringan. Karena dengan menggunakan software capture ini pekerjaan kita untuk melakukan cropping di bagian tertentu akan jauh lebih mudah. Selain itu penambahan feature Drawing juga memudahkan untuk menambahkan keterangan di hasil capture.
Aplikasi ini sekarang di bundle dengan lisensi shareware. Namun tidak usah kawatir aplikasi FScapture yang anda download ini adalah freeware !!! Percaya deh sma aku . . .
Karena pertama kali dirilis FsCapture masih diberikan secara gratis mungkin karena terlalu banyaknya yang download oleh FastStone dirubah menjadi software berbayar.
Nih gue kasih link downloadnya ok jech . . .
Download disini
Casey stoner wins sucsses the first series moto Gp, and be fastest reader in moto Gp contest Losail Qatar this year. This winning is fourth winning for stoner in losail Qatar sirkuit. The second position is occupied by Jorge Lorentzo while dani pederosa is occupy third position. This indicate results that Honda team dominated the race because casey stoner dan dani pederosa successful platform up. Both casey stoner and dani pederosa be the one team from honda manufacturer team.
While valentine rossi successeful finished at seventh position, at least he are ratings up from his start position. Previous he are start at nine position. After start, pederosa sped had most front the first curve enter. Rossi can to overtake some reader before being again scattered as wide. Stoner is behind pederosa when the second curve enter, while Lorentzo are follow in the third position, but was able soon to overtake the second position and then even led the race. If valentino rossi not shoulder injury probably he is can race lead.
In the end of second lap, stoner are replace overtake lorentzo and pederosa are followed in the straight track in front paddock, whereas rossi skip hector barbera. Until lap seventeenth, pederosa can be skip stoner after do late braking in first curve, but in a half of the race stoner back the lead and started to leave pederosa who has controlling difficulty his bike till can overtake lorentzo.
At lap five before finish, pederosa back fired and return to second position. With lorentzo, both pedrosa and lorentzo had twice places changed before than lorentzo returned to second placell, until the race to complete stoner still leading the way.
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

